Dapil Ditata Ulang, Suara Parpol Pecah

Salah satu rancangan Dapil

Sumselnet, Lahat – Dinamika perpolitikan di Kabupaten Lahat memanas tentang tiga opsi penataan dapil dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sejumlah parpol buka suara mulai Gerindra, PKS, NasDem, PKB, Perindo. 

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Lahat mengajukan tiga rancangan daerah pemilihan (dapil) menjelang Pemilu 2024 setelah sebelumnya melakukan rapat komisioner. Mulai dari pertama rancangan lima dapil yang lama, kedua adalah rancangan usulan baru yakni tujuh dapil dan ketiga rancangan enam dapil. Dengan jumlah kursi tetap 40. 

Read More

Rancangan 1 merupakan susunan yang lama, yakni dapil I Kecamatan Lahat dengan 10 kursi, dapil II Merapi Barat, Merapi Selatan dan Merapi Timur dengan 6 kursi. Kemudian dapil III Kota Agung, Pulau Pinang, Mulak Ulu, Pagar Agung, Gumay Ulu, Tanjung Tebat, Mulak Sebingkai, dan Lahat Selatan dengan 8 kursi. Lalu dapil IV yakni Tanjung Sakti Pumu, Jarai, Pajar Bulan, Tanjung Sakti Pumi, Muara Payang  dan Sukamerindu dengan 7 kursi. Terakhir dapil V adalah Kikim Area, Pseksu dan Gumay Talang dengan alokasi 9 kursi. 

Usulan skenario rancangan 2 penataan dapil, yakni dapil I Kecamatan Lahat dengan 10 kursi. Dapil II, Kecamatan Merapi Barat, Merapi Timur, Merapi Selatan dengan 5 kursi. Dapil III, Pulau Pinang, Gumay Talang, Gumay Ulu, dan Lahat Selatan dengan 4 kursi. 

Dapil IV, Kota Agung, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Tanjung Tebat dan Mulak Sebingkai dengan 5 kursi. Dapil V yakni Kecamatan Tanjung Sakti Pumu dan Pumi dengan 3 kursi. Dapil VI yakni Jarai, Pajar Bulan, Muara Payang, Sukamerindu dengan 5 kursi. Terakhir dapil VII yakni Kikim Selatan, Kikim Timur, Kikim Tengah, Kikim Barat dan Pseksu dengan 8 kursi.

Selanjutnya rancangan 3 adalah dapil I yakni Kecamatan Lahat dengan 10 kursi. Berikutnya dapil II Merapi Barat, Merapi Timur, Merapi Selatan dengan 5 kursi. Kemudian dapil III Kota Agung, Pulau Pinang, Mulak Ulu, Pagar Gunung, Gumay Ulu, Tanjung Tebat, Mulak Sebingkai dan Lahat Selatan dengan 8 kursi.

Kemudian dapil IV yaitu Tanjung Sakti Pumi, Tanjungg Sakti Pumu dengan 3 kursi. Selanjutnya dapil V adalah Kecamatan Jarai, Pajar Bulan, Muara Payang dan Sukamerindu dengan 5 kursi. Dan dapil VI adalah Kikim Area, Pseksu dan Gumay Talang dengan alokasi 9 kursi. 

Menurut Ketua DPC PKS Lahat, Firiyanto, bahwa pihaknya tetap dengan formasi yang lama untuk menjaga keseimbangan, meski ada amanat Undangan-Undangan (UU), adanya opsi tiga dan dua mengenai tiga kursi perdapil itu belum pernah terjadi di Lahat. “Kami PKS dengan formasi yang lama tahun 2019,” kata Firiyanto.

Senada disampaikan Ketua DPC Partai Gerindra Lahat, Gaharu SE MM, pihaknya tetap dengan opsi lima dapil karena sudah nyaman dan tidak ada permasalahan. Kecuali ada penambahan menjadi 45 kursi. 

“Itu yang harus dipikirkan KPU, bagaimana sependapat dasarnya apa ?, komunikasi partai belum?, yang jelas opsi lama sudah nyaman,” kata Gaharu. 

Ketua DPD Partai NasDem, Arry Amd mengatakan pihaknya setuju dengan opsi yang lama. Adanya opsi baru yakni menjadikan tujuh dapil terlalu banyak resiko dan biaya. Dia juga menyoroti banyak data penduduk belum terdata. Ia mendesak Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) untuk menambah alat perekaman. “Dapil yang lama di cek juga jumlah penduduk kemungkinan bertambah jumlah kursi,” kata Arry. 

Berbeda dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Perindo. Mereka setuju dengan opsi kedua yang baru yakni tujuh dapil. “Arahan pimpinan partai dengan opsi kedua,” kata Sekretaris DPC PKB Lahat, Andriansyah yang juga senada disampaikan Baktiansyah dari Partai Perindo. 

Ketua DPC Partai Demokrat Lahat, Fitrizal Homizi mengatakan dalam waktu dekat DPRD akan mengundang untuk sharing/RDP (rapat dengar pendapat) prihal rancangan penataan dapil. “Kita sharing dulu dengan KPU untuk mendengarkan dasar ataupun acuan KPU membuat 3 opsi tersebut,” katanya. 

Terpisah, Ketua KPU Lahat Nana Priana SHi MM mengatakan bahwa pihaknya sudah sejak Oktober melakukan sosialiasi penataan dapil. Penataan dapil dilakukan sesuai amanat PKPU 6 tentang penataan dapil. Diakuinya 17 kabupaten/kota se Sumsel sama melakukan opsi penataan dapil. Per-dapil berisikan minimal 3 dab maksimal 13 kursi. “Sampai tanggal 6 Desember menyampaikan masukan dan tanggapan masyarakat tentang penataan dapil. Lalu diiringi dengan masukan tersebut, maka dilakukan uji publik pada tanggal 7 sampai 16 Desember 2022,” katanya. 

Dikatakannya, hasil uji publik menyampaikan kepada masyarakat bahwa di Kabupaten Lahat ada tiga rancangan opsi daerah pemilihan. “Nanti kami plenokan, dan penataan dan penetapan dapil pada tanggal 1 Januari 2023,” tutupnya.(ar)

Related posts

Leave a Reply