Dukung Transaksi Non Tunai di Pasar, Pemkab OKI Segera Pakai BSB Cash dan QRIS

SUMSELNET.com, OKI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perdagangan terus melakukan peningkatan inovasi pelayanan, salah satunya pembayaran retribusi pasar, retribusi kebersihan dan sewa kios yang dilakukan secara non-tunai menggunakan kartu BSB Cash dan QRIS yang dikeluarkan oleh Bank Sumsel Babel.

Perubahan mekanisme pembayaran retribusi pasar ini disosialisasikan langsung oleh pihak Dinas Perdagangan dan Bank Sumsel Babel ke sejumlah pedagang di Pasar Tradisional Kayuagung.

Read More

“Pembayaran retribusi non-tunai ini nantinya akan memudahkan pedagang pasar atau penyewa kios dan lapak dalam melakukan kegiatan pembayaran retribusi,” kata Kepala Dinas Perdagangan OKI Drs H. Alamsyah M.Si kepada sumselnet.

Dia mengatakan pembayaran retribusi non-tunai ini merupakan salah satu inovasi layanan Dinas Perdagangan dengan memperhatikan ketentuan tentang program kerja Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten OKI.

“Dinas Perdagangan sesuai SK Bupati OKI Nomor: 236/KEP/BPKAD/2021 bekerjasama dengan Bank Sumsel Babel dalam pembayaran Non Tunai secara sistem elektronik menggunakan BSB Cash dan QRIS. Kerjasama ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja Pemkab OKI. Sebab lebih transparan, akuntabel, aman dan praktis,” ucapnya.

Pembayaran retribusi pasar non-tunai melalui BSB Cash dan QRIS akan dilaksanakan mulai Juni 2022.

“Kami menghimbau agar para pedagang segera melengkapi data yang diperlukan untuk membuka rekening tabungan atau pembayaran melalui kartu BSB Cash Bank Sumsel Babel agar dapat melakukan transaksi secara non tunai,” ujarnya.

Foto: Ist

Disamping itu, lanjutnya, penggunaan digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan retribusi pelayanan pasar dan sewa pemanfaatan oleh Dinas Perdagangan OKI. Saat ini penggunaan BSB Cash dan QRIS akan diperuntukkan bagi pedagang di Pasar Kayuagung sebagai “pilot projects”.

“Kemudian selanjutnya akan diterapkan kepada seluruh pasar tradisional yang ada di Kabupaten OKI seperti Pasar Tulung Selapan, pasar Tugu Mulyo, pasar Seberuk dan juga pasar/kalangan yang dikelola oleh desa yang bekerjasama dengan Dinas Perdagangan,” ujar dia.

Bapak Alamsyah memaparkan, berdasarkan data yang ada, jumlah kios dan los di pasar Kabupaten OKI cukup banyak. Dengan jumlah petugas penagih atau SDM yang terbatas dirinya menilai belum optimal, karena dengan jumlah tersebut, perbandingan satu orang petugas harus menagih ratusan kios atau los.

“Sehingga memang diperlukan solusi atau terobosan untuk penagihan atau pembayaran secara digital. Selain lebih memudahkan, sistem pembayaran baru ini membuat proses transaksi menjadi lebih transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Sementara itu, pimpinan Bank Sumsel Babel cabang Kayuagung, RM Rozali Anton menyambut positif langkah yang dilakukan Dinas Perdagangan Kabupaten OKI sebagai upaya menuju smart city dalam pelayanan publik, selain itu kebijakan ini juga untuk menghindari transaksi tunai sehingga lebih aman.

“Untuk mempermudah percepatan digitalisasi tersebut Bank Sumsel Babel terjun langsung ke pedagang-pedagang di pasar untuk melakukan sosialisasi dan pemberitahuan kerjasama,” ujar Bapak RM.Rozali Anton melalui Nurmin dan yayik dari Unit Dana,Jasa dan Prioritas Banking.

Foto: Ist

“Jika pedagang nanti sudah ada rekeningnya kita buatkan QRIS untuk lapaknya jadi kalau misalkan ada konsumen ke lapak tersebut bisa langsung scan barcode belanja tanpa uang tunai. Jadi secara keseluruahan semua bisa digital tidak hanya pelayanan retribusi tapi juga bisa belanja,” imbuhnya.

Sementara salah satu pedagang, Deli menyambut baik dan meyakini pedagang bakal mendapatkan kemudahan dengan pembayaran retribusi dan sewa lapak secara non-tunai ini.

“Per hari retribusi pasar itu sebesar Rp1500, untuk retribusi dan kebersihan. Dengan adanya program kerjasama dari Pemkab dan Bank Sumsel Babel ini, saya harap semua bisa jadi lebih mudah, cukup pakai kartu saja,” ujar Deli. (dhi)

Related posts

Leave a Reply