Tambah Wawasan, Lapas Kayu Agung Kemenkumham Sumsel Studi Tiru ke Lapas Surabaya

SumselNet.com, OKI – Tim Zona Integritas (ZI) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayu Agung Kemenkumham Sumsel melakukan kegiatan koordinasi dalam rangka studi tiru pembangunan zona integritas WBK/WBBM dan program kemandirian WBP di Lapas Kelas I Surabaya.

Berdasarkan Surat perintah Kepala Kantor Wilayah Kementerian hukum dan HAM Sumatera Selatan No. W6.UM.01 .01-1007 untuk melaksanakan studi tiru pembangunan zona integritas WBK/WBBM dan program kemandirian WBP melaksanakan ke Lapas Kelas 1 Surabaya dan Lapas Kelas 1 Malang di Jawa Timur pada tanggal 17 – 20 Mei 2022.

Read More

Kegiatan studi tiru dipimpin oleh Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumsel Bambang Haryanto di dampingi Kabid Pembinaan, Bimbingan dan Tekhnologi Informasi Pudjiono Gunawan dan Kasubid Yantah, Perawatan Kesehatan dan Rehabilitas I Wayan Tapa Diambara.

Turut dalam kegiatan tersebut Kalapas Kayu Agung Kemenkumham Sumsel Reza Meidiansyah Purnama, Kalapas Muara Enim Herdianto, Kalapas Muaradua Reza, Kalapas Narkotika Banyuasin Royhan dan serta Perwakilan Tim Pokja Pembangunan Zona Integritas WBK/WBBM Kanwil Sumsel dan Unit Pelaksana Tekhnis (UPT).

Kedatangan tim Kanwil Kemenkumham Sumsel disambut hangat oleh Kalapas Kelas I Surabaya Jalu Yuswa Panjang yang langsung mengawali kegiatan dengan pemaparan kepada Tim Study Tiru Pembangunan ZI WBK/WBBM di lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel.

Mewakili tim Lapas Surabaya, Jalu menyampaikan selamat datang kepada jajaran Kanwil Kemenkumham Sumsel di Lapas Kelas I Surabaya.

“Banyak kekurangan yang perlu dilengkapi, namun dengan studi tiru dan arahan pimpinan akhirnya setelah 2 tahun gagal, alhamdulillah tahun 2021 lalu Lapas Kelas I Surabaya berhasil meraih predikat WBK,” ungkap Jalu.

Kalapas I Surabaya tersebut kemudian menyampaikan mengenai rahasia dan kunci sukses jajarannya dalam menyabet predikat WBK.

“Hal yang pertama adalah komitmen yang kuat dari setiap jajaran, kemudian bersama-sama bersinergi memberikan pelayanan prima,” jelasnya.

Dijelaskan dia, untuk pelaksanaan pembinaan kemandirian di Lapas Surabaya berorientasi pada kualitas produk.

“Berpikirlah pasar yang dibutuhkan, utamakan untuk keperluan kita di dalam. Kemudian dukungan kantor Wilayah sangat penting, jangan terlalu mengejar nama brand biar langsung terkenal tapi produksi terus saja. Memang dukungan pihak ketiga akan memperbesar pasar yang sudah dirintis,” jelas Jalu.

Sementara Kadivpas Kanwil Kemenkumham Sumsel Bambang Haryanto menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan hangat yang diberikan.

“Kegiatan studi tiru ini tentu menjadi bekal kita dalam melaksanakan pembangunan zona integritas WBK/WBBM serta pelaksanaan program pembinaan kemandirian yang baik pada Lapas atau Rutan di Lingkungan Kanwil Kemenkumham Sumsel,” ungkap Bambang.

Seusai kegiatan presentasi tersebut, rombongan Tim Kanwil Sumsel melanjutkan tour area melihat secara langsung sarana prasarana, fasilitas pelayanan dan inovasi serta pelaksanaan program pembinaan kemandirian. Selain itu rombongan juga mengunjungi Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya.

Kalapas Kayuagung Reza Meidiansyah Purnama sendiri berharap nantinya setelah studi tiru ini dilaksanakan dapat menambah wawasan bagaimana bisa membangun zona integritas guna meraih predikat WBK/WBBM dan meningkatkan program kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan di Lapas Kayu Agung.

“Lapas Kayu Agung optimis untuk meraih predikat WBK,” tandasnya. (dhi)

Related posts

Leave a Reply