Pekan Kedua Ramadhan, Pemkab OKI-BBPOM Temukan Olahan Makanan Berformalin

Tim BBPOM-Dinas Perdagangan OKI mengambil uji sampel makanan yang dijual di pasar bedug di Jalan Merdeka Kayuagung, Senin (11/4).

SumselNet.com, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perdagangan bersama Tim Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Palembang menemukan olahan makanan mengandung bahan kimia berbahaya jenis formalin di Pasar Bedug, Jalan Merdeka Kayuagung.

Olahan makanan berformalin itu ditemukan ketika Dinas Perdagangan OKI dan tim BBPOM yang dipimpin Kepala Dinas Drs H. Alamsyah M.Si melakukan inspeksi mendadak dan uji sampel 25 bahan pangan yang dijual di Pasar Bedug Jalan Merdeka Kayuagung, Senin (11/4) sore.

Read More

Kepala Dinas Perdagangan OKI Alamsyah mengatakan, pihaknya bersama dengan BBPOM di Palembang melakukan pengawasan terhadap produk-produk olahan makanan serta minuman yang dijual pedagang di Kabupaten OKI khususnya selama Ramadhan 1443 Hijriah.

“Ini adalah program dan upaya kami bersama dalam rangka melindungi masyarakat OKI, dari menkoonsumsi bahan-bahan yang mungkin berbahaya bagi kesehatan,” ujar Alamsyah.

Berdasarkan hasil sidak bersama, ditemukan 4 sampel olahan makanan yang mengandung zat berbahaya yakni pada olahan makanan berbahan dasar mie basah yang banyak beredar di Pasar tradisional.

“Hari ini kami memberikan imbauan. Namun apabila pedagang masih menjual makanan yang mengandung bahan berbahaya, akan kami tindak. Termasuk jika menemukan makanan atau minuman yang kadaluarsa ataupun berbahaya beredar di daerah OKI,” tegasnya.

Ditempat yang sama Kepala Balai Besar POM di Palembang, Drs Zulkifli Apt, mengungkapkan bahwa pihaknya rutin melakukan pengawasan terhadap peredaran makanan dan minuman yang dijual di pasaran maupun di swalayan siap saji ke sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten OKI.

“Memasuki pekan kedua di bulan Ramadan ini, kami sidak ke Kabupaten OKI di dampingi Kepala Dinas Perdagangan dan perwakilan Dinas Kesehatan,” katanya.

Menurut Zulkifli, kegiatan ini dilakukan dalam rangka meningkatkan perlindungan bagi masyarakat Ogan Komering Ilir khususnya di Kota Kayuagung selama bulan Ramadhan, Balai Besar POM di Palembang akan terus melakukan intensifikasi pengawasan keamanan pada pangan jajanan berbuka atau ta’jil.

“Tim melakukan sampling terhadap 25 (dua puluh lima) olahan makanan dan minuman yang jenisnya beragam, seperti pempek tahu, rujak mie, kolang kaling, rumput laut, dll. Seluruh sampel langsung diidentifikasi oleh petugas pengujian di dalam mobil laboratorium keliling. Identifikasi sampel menggunakan metode pengujian rapid tes kit dengan parameter uji antara lain identifikasi boraks, Formalin, Rhodamin B dan Methanyl Yellow. Dan dari hasil pengujian, terkonfirmasi 4 positif formalin yaitu ada pada mie,” terang Zulkifli.

Pada kesempatan kali ini, Kepala Balai Besar POM di Palembang Drs. Zulkifli, Apt juga memberikan himbauan kepada masyarakat akan pentingnya sadar pangan yang aman dan bebas bahan berbahaya terutama di bulan Ramadhan.

“Para pedagang dihimbau untuk tidak mengolah pangan menggunakan bahan-bahan yang berbahaya serta tetap memperhatikan kebersihan saat pengolahan dan penjualan pangan. Begitu pula bagi para konsumen dihimbau untuk cerdas dalam memilih pangan yang akan dikonsumsi agar tidak berdampak buruk bagi kesehatan,” harap Zulkifli.

Tim BBPOM-Dinas Perdagangan OKI mengambil uji sampel makanan yang dijual di pasar bedug di Jalan Merdeka Kayuagung, Senin (11/4).

Dengan adanya kegiatan intensifikasi pengawasan keamanan pangan ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa aman bagi masyarakat terhadap pangan yang beredar.

(dhi)

Related posts

Leave a Reply