Upayakan Kestabilan Harga Sesuai HET, Pemkab OKI Pantau Distribusi Minyak Goreng Curah

SumselNet.com, OKI – Sebanyak 33 ton lebih minyak goreng curah tiba di agen yang ada di Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir pada Rabu (30/3) sore. Pasokan minyak goreng dikirim melalui 4 mobil tangki milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dengan tonase kurang lebih 8,4 ton per tangki. Selain itu, pendistribusian juga dilakukan distributor PT PPI ke agen yang ada di Pedamaran dan Tugumulyo.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Drs H. Alamsyah, M.Si, melalui Sekretaris Dinas Legianto ME saat meninjau pendistribusian ini menyampaikan bahwa saat ini minyak goreng curah yang disubsidi dari pemerintah sehingga perlu terus dipantau pendistribusiannya agar tepat sasaran.

Read More

Sebagaimana ditetapkan oleh Menteri Perdagangan RI Nomor 11 Tahun 2022 bahwa harga minyak goreng saat ini adalah sesuai dengan harga pasar, yaitu Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kilogram untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah. Sementara harga minyak goreng kemasan diserahkan ke mekanisme pasar yang sekitar Rp 24.000 per liter.

“Hari ini kami dari Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Perdagangan memantau pendistribusian 33 ton lebih minyak goreng curah yang tiba di agen yang ada di Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir. Dimana yang mendapatkan prioritas untuk mendapatkan minyak goreng curah ini adalah yang pertama pedagang yang ada di pasar Kayu Agung, yang kedua masyarakat yang ada di sekitar pasar dan yang ketiga adalah IKM atau UMKM makanan, gorengan yang ada di sekitar Pasar Kayu Agung,” tegas Legianto, Rabu (30/3/2022).

Legianto mengatakan, pasokan minyak goreng tersebut untuk mencegah dan mengatasi kelangkaan minyak goreng di Ogan Komering Ilir.

“Belakangan ini sempat terbatas stok menipis, Alhamdulillah dengan masuknya hari ini mudah-mudahan tidak ada kelangkaan,” ujarnya.

Lebih lanjut Legianto mengatakan, pasokan 33 ton minyak goreng yang baru tiba dalam pekan ini diperkirakan akan mencukupi stok hingga menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita pastikan dulu stok menjelang bulan puasa aman, terus mendekati lebaran, selain di Kayu Agung pendistribusian minyak goreng curah juga dilakukan di Kecamatan Pedamaran dan Lempuing,” jelasnya.

Seperti diketahui minyak goreng curah di sejumlah pasar di Kabupaten OKI mengalami kelangkaan. Kelangkaan terjadi pasca-penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak curah sebesar Rp14.000 per liter pada 15 Maret 2022 lalu.

Usai ditetapkan HET minyak goreng curah harganya melonjak drastis menjadi Rp20.000 per kilogramnya. Setelahnya hingga sekarang ini minyak curah di pasaran di OKI langka, bahkan susah didapat.

(dhi)

Related posts

Leave a Reply