Gandeng Kemenkes RI, Anggota DPR RI Sri Meliyana Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Konsumsi Tembakau

Anggota DPR RI Ir. Sri Meliyana ketika berfoto bersama peserta Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Konsumsi Tembakau melalui Germas. (Foto : Adhie Rasmiadi/Sumselnet.com)

SUMSELNET.COM, OKI – Anggota Komisi IX DPR RI, Ir. Sri Meliyana bersama Kemenkes RI menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pengendalian Konsumsi Tembakau melalui Germas, di Pondok Pesantren Sabilillah Kayuagung, Sabtu (26/6/2021).

Sosialisasi tersebut untuk mencegah serta mengendalikan penggunaan tembakau dalam rangka menciptakan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik.

Anggota DPR RI Sri Meliyana yang hadir membuka acara itu berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan momen sosialisasi seperti ini untuk saling menguatkan upaya edukasi hidup sehat di lingkungan masing-masing. Sehingga bisa menjadi pencegahan penyakit dan mendukung pemerintah yang saat ini fokus menangani pandemi Covid-19.

“Banyak penyakit tidak menular yang diakibatkan oleh tembakau, kalau sudah banyak keracunan tembakau maka kita akan kena penyakit salah satunya seperti TBC, tapi selain TBC ada banyak penyakit yang tidak menular yang diakibatkan oleh tembakau dan itu yang akan menjadi bahasan kita hari ini. Kita yang ada disini setelah acara ini, semuanya akan menjadi guru, yang dapat mensosialisasikan materi hari ini untuk saling menguatkan upaya edukasi hidup sehat di lingkungan masing-masing,” ujarnya dalam sambutannya.

Lebih lanjut dia mengatakan, terkait pandemi saat ini pemerintah telah mengupayakan vaksin gratis untuk masyarakat. Dia meminta agar masyarakat mengikuti apa yang disarankan oleh para ahli agar dapat memutus mata rantai penyebaran covid-19.

“Ikuti saran-saran pemerintah, covid-19 bukan hanya terjadi di negara kita saja tapi di seluruh dunia. Saya berharap masyarakat patuh (pada kebijakan pemerintah), jangan dianggap Covid-19 tidak ada,” kata Politisi Gerindra tersebut.

Sementara itu, Sub Koordinator Paru Kronis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr. Aries Hamzah, MKM yang menjadi narasumber, mengatakan penanggulangan penyakit tidak menular (PTM), antara lain dengan penguatan regulasi pengendalian konsumsi rokok pada anak-anak usia kurang dari 18 tahun, pengendalian peredaran pangan tinggi gula, garam dan lemak, hinga pelacakan kasus PTM agar dapat diintervensi sedini mungkin sebelum menjadi penyakit yang akan membutuhkan biaya besar dan berisiko kematian tinggi.

“Sehat itu berasa nikmat kalau sudah jatuh sakit,” ujar dr. Aries mengingatkan para peserta di awal paparannya.

dr. Aries mencontohkan berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2018 prevalensi hipertensi mencapai 34,10% dari sekitar 172 juta penduduk usia 18 tahun ke atas. Masyarakat juga perlu mencermati bahwa rata-rata perokok pada usia 10-18 tahun di Kota Malang cukup siginfikan mencapai 12,6% atau lebih tinggi dari rata-rata Jawa Timur sebesar 9,8% dan rata-rata nasional sebesar 9,1%.

“Penyakit tidak menular, penyakit terus menerus, pengobatannya pun harus terus menerus, biaya berobat pada akhirnya bisa mengikis ekonomi keluarga,” sambungnya.

dr. Aries juga mengajak peserta yang hadir agar tidak meracuni keluarga dengan rokok. Terlebih pada saat pandemi, perokok lebih rentan terhadap infeksi Covid-19.

“Sementara bagi orang terdekat yang terpapar asap rokok dan residunya seperti pasangan atau orang tua kita risiko kesehatannya bisa dua kali lipat ketimbang si perokok. Dampaknya ke generasi berikutnya pun tidak main-main, orang tua perokok turut berkontribusi menyebabkan 5,5% kasus stunting pada anak,” tutupnya.

(dhi/dhi)

Related posts

Leave a Reply