Massa Berupaya Segel Kantor Pemkot Palembang, Ini Sebabnya

SUMSELNET.COM, Palembang – Massa Jaringan Advokasi Masyarakat Palembang (JAMP), Kamis (22/4), berupaya menyegel Kantor Walikota Palembang, Sumatera Selatan. Puluhan massa meminta Walikota untuk memeriksa tim TAPD Kota Palembang yang dianggap tidak becus mengelola keuangan dan belum membayar hutang kepada pihak ketiga.

Aksi damai sendiri berlangsung pada pukul 10.00-11.30 WIB dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Read More

Koordinator Aksi Charma Aprianto mengatakan, pihaknya menyampaikan aspirasi pihak ketiga yang menjadi pelaksana pembangunan proyek di Pemkot Palembang.

“Kami keluh kesah ke Pemkot tagihan proyek 0 persen belum dibayarkan. Saya pribadi miris, ada insiden terhadap saya dan keluarga tentang keterlambatan membayar. Karena saya cukup lama berteman dengan Pemkot. Jadi saya berusaha tidak anarkis,” ujar Charma.

Dirinya mengaku miris dengan kondisi yang terjadi dan meminta kejelasan permasalahan tersebut agar cepat diselesaikan.

“Mudah mudahan masyarakat, tahu. Kami kontraktor bukan mau bertanggung jawab terhadap pihak ketiga. Ada hak kami diperjuangkan ke Pemkot. Karena Covid, kami maklum, pihak luar juga maklum, kami berusaha menagih. Pemkot kami harap profesional membayar tagihan. Pemkot tadi secara simbolis memberikan sebuah laptop jaminan janji untuk membayar. Kalau tidak ada kejelasan, kita sudah siapkan segel,” tegasnya.

Sementara Kepala BPKAD Pemkot Palembang Zulkarnain menuturkan, saat ini pihak sedang melakukan proses inventarisasi jumlah utang di OPD.

“Kita lakukan validasi ke Inspektorat untuk nilai kebenarannya. Kemudian hasilnya ke keuangan Pemkot untuk dianggarkan. Sekarang proses penganggaran, Insya Allah dipercepat. Mei mulai pembayarannya, doakan kondisi keuangan kita bisa melaksanakan secepatnya,” katanya.

“Minta maaf rekanan. Mudah-mudahan bulan Mei mulai pembayarannya,” sambung Zulkanarnain.

(cca/cca)

Related posts

Leave a Reply