Trafo PLTG Jakabaring Meledak, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman

SUMSELNET.COM, Palembang – Sebuah trafo Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang digunakan saat penyelanggaraan Asian Games 2018 di kawasan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan meledak, Jumat (16/4/2021) kemarin.

Penyebab meledaknya PLTG itu diduga karena adanya trafo pembangkit yang mengalami konsleting.

Read More

Kejadian itu berlangsung di Jalan Pipa Raya, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Jakabaring Palembang seitar pukul 05.30WIB.
Warga sempat dibuat terkejut lantaran sempat terdengar beberapa kali ledakan di sekitar PLTG.

Kawasan PLTG itupun merupakan tempat padat penduduk. Meski demikian peristiwa ini tak menimbulkan korban jiwa.

Pasokan Listrik Palembang Tetap Aman

General Manager PT PLN Unit Induk Wilayah Sumatra Selatan, Jambi dan Bengkulu (UIW S2JB) Bambang Dwiyanto mengatakan PLN telah berkomitmen bahwasannya seluruh umat Islam dapat menjalankan ibadah puasa secara khusyuk dan pihaknya akan terus menjaga pasokan listrik.

“Terkait dengan kejadian tadi pagi, benar adanya bahwa telah terjadi konsleting di salah satu peralatan trafo Set Up yang menyebabkan insiden di PLTG Jakabaring,” terang Bambang.

“Kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.30 tadi pagi. Namun kejadian ini tidak mengganggu pelayanan kami kepada masyarakat dan pasokan listrik akan tetap terjaga dan tetap bisa menjalankan aktivitas seperti biasa,” lanjutnya.

Kebakaran Padam Setelah 45 menit

Bambang menerangkan, sesaat setelah kejadian, peralatan proteksi kebakaran telah berfungsi dengan baik disusul dengan petugas PLN sigap langsung menuju lokasi kejadian bekerja sama dengan dinas kebakaran setempat.

“Dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama pada sekitar pukul 06.15 WIB api dapat dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan (UIKSBS) Djoko Mulyono menginformasikan mengenai tim yang saat ini sedang mengidentifikasi total kerusakan.

“Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama kami dapat menginventarisasi dan melakukan recovery,” jelasnya.

Ia menegaskan, PLTG Jakabaring merupakan unit stand by yang tidak beroperasi sehingga tidak mengganggu pasokan listrik.
“Sejak 1 September 2020 PLTG Jakabaring sudah tidak beroperasi lagi. Namun PLN terus melakukan pemeliharaan unit-unit berstatus stand by sehingga pada saat dibutuhkan bisa langsung dioperasikan,” paparnya.

“Sebagai antisipasi kedepannya, kami akan selalu menerapkan sistem manajemen K3 di seluruh unit Pembangkitan dan akan selalu melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang Kembali,” ungkap Djoko Mulyono.

Sedangkan Senior Manager Distribusi PLN UIW S2JB Jhonni Putra mengatakan, bahwa Kejadian tadi pagi bukan berasal dari PLTG namun perangkat pendukung trafo step-up diluar PLTG tersebut.

“Masyarakat tidak perlu khawatir karena hal ini tidak mengganggu ketersediaan pasokan listrik,” pungkasnya.

(cca/cca)

Related posts

Leave a Reply