Unsri Siap Terapkan Pendidikan Antikorupsi Dalam Mata Kuliah

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE

SUMSELNET.COM, Palembang – Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi siap untuk mewujudkan pendidikan antikorupsi di tingkat perguruan tinggi. Bahkan, perguruan tinggi negeri ini telah menyiapkan beberapa opsi terkait pembelajaran antikorupsi. Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf MSCE, mengaku siap untuk mewujudan program tersebut.

“Unsri sangat bersemangat dengan program yang dicetuskan Ketua KPK tadi. Jika dulu ada penindakan dan pencegahan, kini KPK mencetuskan ada bidang pendidikan anti korupsi,” ujar Anis Saggaf usai penyelenggaran kuliah umum oleh Ketua KPK di Fakultas Hukum Tower 8 Universitas Sriwijaya, Kamis (15/4/2021).

Read More

Menurut Anis, menanggapi program baru dari KPK ini, pihak Unsri sangat siap bilamana anak-anak mahasiswa dibekali pendidikan anti korupsi.

“Teknisnya Mata kuliah sendiri atau dimasukan ke mata kuliah lain. Kita intinya siap. Terlebih Beliau (Ketua KPK-red) menyampaikan KPK untuk di siswa SMA dan SMP, juga ada pendidikan anti korupsinya,” terangnya.

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE

“Tinggal menunggu teknisnya, apakah akan dimasukan mata kuliah yang sudah ada atau lainnya. Kita juga ada mata kuliah khusus pertama Pancasila dan kedua Kewarganegaraan, apakah dimasukkan kesana atau buat baru,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri memberikan kuliah umum dengan tema Meneguhkan Nilai-nilai Integritas di Kalangan Mahasiswa di Fakultas Hukum Tower 8 Universitas Sriwijaya, Kamis (15/4/2021).

Dalam kesempatan itu Firli Bahuri menyampaikan korupsi merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Karena, akan sangat merugikan banyak sektor kehidupan. Korupsi merupakan kejahatan melawan kemanusiaan, dimana hak-hak rakyat tidak bisa terpenuhi.
“Korupsi merampas hak-hak kita semua, korupsi merugikan jaminan sosial, jaminan kesehatan dan lainnya,” ujarnya.

Menurut Firli, KPK memberikan pengetahuan mengenai bahayanya korupsi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita berharap orang menjadi sadar bahaya korupsi sehingga orang tidak melakukan korupsi,” katanya.

Rektor Universitas Sriwijaya, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE

Firli menambahkan, pihaknya mengedepankan human interest walaupun faktanya masih ada terjadi korupsi. Oleh karenanya, dirinya mengapresiasi Universitas Sriwijaya yang berencana membuka mata kuliah pendidikan anti korupsi.

“Tujuannya agar terbentuk agen-agen integritas melalui rencana pusat pengembangan antikorupsi dan pusat kajian anti korupsi, harapannya mencerdasakan kehidupan masyarakat,” bebernya.

(cca/cca)

Related posts

Leave a Reply