Kejati Sumsel Dapat Trofi Apresiasi Dukungan Pengusutan Dugaan Korupsi dari DPP Demusi

SumselNet.com, Palembang – Dewan Pimpinan Pusat Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) memberikan trofi kepada Kejati Sumsel. Pemberian trofi ini sebagai bentuk dukungan simbolis bagi Korps Adhyaksa atas prestasi yang memang patut diapresiasi oleh masyarakat yang mengharapkan hukum benar-benar hadir terutama ditengah himpitan ekonomi lantaran pandemi Covid-19 yang saat ini terjadi.

Aksi damai yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Edward Jaya merupakan apresiasi DPP Demusi atas Keberanian Kejati Sumsel dalam menegakkan supremasi hukum atas pengusutan korupsi terbesar di Sumsel diantaranya indikasi korupsi perusahaan daerah pertambangan dan energi (PDPDE) dan pengusutan kasus panjang korupsi Masjid Sriwijaya di Jakabaring yang digadang-gadang menjadi Masjid terbesar di Asia Tenggara.

Read More

Aksi tersebut juga dikomandoi oleh Koordinator Lapangan Yan Coga, orator Abdul Gopar dan Ingsuardi bersama Ivan, Reza Hadi, Muh. Hadi, Firmansyah, Muh. Iqbal dan rombongan lainnya yang disambut langsung oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Khaidirman beserta stafnya didepan Gedung Kantor Kejati Sumsel Jalan Gubernur H Bastari, 8 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Selasa (30/3/2021) kemarin.

Dalam orasinya Abdul Gopar menegaskan penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Selatan telah menetapkan dua tersangka dalam pengungkapan kasus yang diprediksikan merugikan negara hingga Rp 130 miliar.

“Summum Ius Summa Injuria, kepastian hukum yang tertinggi, adalah ketidakadilan yang tertinggi, Ius Curia Novit berarti hakim dianggap mengetahui hukum. Artinya, tidak boleh menolak mengadili dan memutus perkara yang diajukan kepadanya, dengan alasan tidak ada hukumnya karena ia dianggap mengetahui hukum. Babat habis semua yang terkait, kami dari Pemuda Sumsel mendukung penuh dan apresiasi tinggi untuk Kejati Sumsel, semoga tidak sampai di titik ini saja,” ucapnya bersemangat.

Sementara itu Yan Coga dalam orasinya mengatakan Hukum adalah panglima tertinggi dalam menegakkan keadilan terutama hukum pidana korupsi dalam mewujudkan Indonesia Maju.

“Berdasarkan penilaian kami dari DPP Dewan Pemuda Sriwijaya (Demusi) Sumatera Selatan, Kejati Sumsel sudah dan dalam menjalankan amanat, terutama dalam mengusut kasus-kasus korupsi terbesar di Sumsel yang terjadi di PDPDE dan korupsi Masjid Sriwijaya di Jakabaring,” ujar Yan Coga.

Masyarakat, lanjut dia, terus mengamati setiap langkah hukum dan mengapresiasi Kejati Sumsel atas kesigapan dan keberanian dalam menetapkan para tersangka dan mengusut tuntas kasus ini.

Sedangkan Edward Jaya dalam orasinya mengungkap bahwa upaya pengusutan ini sudah disuarakannya sampai ke tingkat pusat, seperti aksi demonstrasi dua kali di Kejati RI, dua kali di KPK, sekali di Istana Presiden dan sekali di istana Wakil Presiden dan alhamdulilah saat ini baru direspon oleh para penegak hukum yang berwenang, terutama Kejati Sumsel.

“Trofi pemberian dari Demusi ini adalah simbolis atas prestasi yang memang patut diapresiasi oleh masyarakat yang mengharapkan hukum benar-benar hadir terutama ditengah himpitan ekonomi lantas pandemi Covid-19 saat ini,” terangnya.

Aksi tersebut berlangsung tertib, kondusif dan tetap melaksanakan Protokol Kesehatan Covid-19.

DPP Demusi berharap semoga semua deretan kasus hukum di Bumi Sriwijaya terus diungkap sampai ke akar-akarnya.

(cca/cca)

Related posts

Leave a Reply