OPD Diminta Kreatif Tingkatkan Pendapatan dan Serap Dana Pusat


SUMSELNET.COM, LAHAT – Turunnya perekonomian nasional imbas covid-19, membuat kurang maksimalnya koordinasi untuk mengejar dana pusat.

Untuk itu, diharapkan 2021 mendatang, kondisi perekonomian dan pandemi bisa lebih baik. Sehingga koordinasi mengejar dana pusat bisa lebih maksimal.

Read More

“Sebelummya Bupati Lahat Cik Ujang SH, turun tangan bersama OPD untuk mengejar dana pusat. Memang kondisi pandemi covid19 cukup berpengaruh dan menyulitkan koordinasi ditambah perekonimian juga berpengaruh,” ungkap Sekda Lahat H Januarsyah Hambali SH MH, Sabtu (28/11).

Lanjutnya bahwa tahun 2021 mendatang OPD wajib mengejar dana pusat. Sehingga Pemkab Lahat bisa menyerap anggaran pusat guna pembangunan daerah.

Lanjutnya, selain upaya menyerap dana pudat juga meningkatkan pendapatan asli daerah. “Terutama meningkatkan pendapatan di sektor pajak, dan restribusi,” tambahnya.

Sementara Ketua DPRD Lahat Fitrizal Chomizi menambahkan agar Pemkab Lahat untuk 2021 bisa lebih maksimal melakukan koordinasi untuk menyerap dana pusat. Sementara untuk peningkatan pendapatan, agar institusi terkait bisa lebih kreatif.

Selain itu, bahwa Pandemi Covid19 rupanya ikut berimbas pada APBD Pemkab Lahat tahun 2021 mendatang. Bahkan saat sidang paripurna Selasa (24/11) lalu, terkait rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah 2021. Bupati Lahat, Cik Ujang SH memaparkan, tahun 2021 anggaran pendapatan dan belanja bakal menurun. 

Untuk rincian pendapatan asli daerah (PAD), ABPD Tahun 2021 PAD direncanakan sebesar Rp 105.122.921.117 mengalami penurunan dari tahun 2020 sebesar RP 7.947.888.883. dari Dana Transfer 2021 Rp 1.459.609.148.495, alami penurunan Rp 90.100.551.850. Sedangkan dana lain yang sah pada 2021 dianggarkan Rp 83.565.288.000, menurun sebesar Rp 7.214.152.000.

“Untuk APBD, dari PAD menurun 7,03 persen, Dana Transfer menurun 5,82 persen, dan pendapatan lain menururn 9,45 persen,” terang Sahabadi, Kepala BPKAD Kabupaten Lahat, Jumat (27/11). Untuk penerimaan pembiayaan direncanakan Rp 125.957.259.262, menurun Rp 257.438.256.829 dari tahun 2020.

Sedangkan untuk total belanja 2021 direncanakan sebesar Rp 1.774.254.616.874, juga alami penurunan sebesar Rp 348.272.554.562. Dengan rincian, Belanja Operasi tahun 2021 Rp 1.175.195.735.201, menurun sebesar Rp 82.781.319.929. Belanja Modal Rp 136.713.913.773, menurun sebesar Rp 197.343.047.252.

Untuk belanja tidak terduga 2021 dianggarkan Rp 10.500.000.000, ikut menurun sebesar Rp 68.178.534.755. Sedangkan belanja transfer dianggarkan Rp 451.844.967.900, naik sebesar Rp 30.347.374.

“Tapi masih akan dirapatkan dahulu, dalam sidang paripurana agenda pembahasan Raperda nanti,” jelas Sahabadi. Alasan penurunan karena realisasi pendapatan tahun 2020 menurun, sehingga untuk tahun 2021juga disesuaikan. Sedangkan penurunan untuk belanja, untuk efisiensi anggaran.(ar)

Related posts

Leave a Reply