Optimalisasi Kundapil Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Yulian Gunhar Ajak Masyarakat Wujudkan Pancasila di Sektor Pertanian & Peternakan

SUMSELNET.COM, Ogan Ilir – Tepat pada 18 Agustus 1945, Pancasila resmi menjadi dasar negara Indonesia. Pancasila sendiri memuat nilai-nilai yang dijadikan pedoman berbangsa dan bernegara untuk menyatukan bangsa Indonesia yang beragam.

Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan dalam Pancasila merupakan buah pemikiran dari para pendiri bangsa yang terinspirasi oleh nilai-nilai adat istiadat serta nilai religius yang dimiliki masyarakat Indonesia.

Read More

Oleh karena itu, arti penting mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara adalah upaya untuk menjaga nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang rukun, adil, sejahtera, dan menjunjung persatuan.

Terlebih ancaman terhadap persatuan dan kedaulatan suatu bangsa akan selalu hadir. Dasar negara, yakni Pancasila dapat menjadi benteng untuk menghadapi tantangan-tantangan tersebut.

Demikian penegasan anggota DPR/MPR RI asal Sumatera Selatan H Yulian Gunhar SH MH ketika berdialog dengan masyarakat di Desa Gunung Batu Kecamatan Sribandung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (24/11/2020).

Kehadiran pria yang akrab dipanggil Gunhar di desa tersebut dalam rangka kegiatan kunjungan daerah pemilihan (Kundapil) Optimalisasi Sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI) MPR RI.

Pada kegiatan yang dilaksanakan dengan penerapan Protokol Kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 itu, politikus PDI Perjuangan tersebut mengingatkan bahaya radikalisme dan intoleransi terhadap keutuhan negara.

Menurut Gunhar, survei menunjukkan adanya perkembangan warga negara Indonesia yang terpapar radikalisme.

Tidak hanya menyasar masyarakat bawah, agenda radikalisme juga telah bersarang di kalangan masyarakat terpelajar, termasuk dunia pendidikan.

“Radikalisme kini telah menyerang kaum terpelajar, termasuk dunia pendidikan. Survei UIN Jakarta menyebut 33 persen guru setuju diadakan perang untuk pendirian negara Islam. Bahkan, survei mencatat radikalisme dan penolakan kepada Pancasila beredar di kalangan PNS dan TNI, yakni 19,4 persen PNS (2017), dan 3 persen TNI (2019),” papar anggota Komisi VII DPR RI tersebut.

Oleh karena itu, pria yang pernah menjabat sebagai wakil ketua MKD DPR RI ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga Pancasila dari ancaman sekaligus mewujudkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Apalagi, penyebaran radikalisme cenderung lebih mudah menyasar para pemuda ataupun para pelajar, yang tidak lain merupakan masa depan kita sebagai orangtua dan juga masa depan bangsa ini.

“Ancaman radikalisme dan intoleransi kepada para pemuda atau pelajar itu nyata. Tahun 2019, jumlah pelajar yang setuju Jihad dan Negara Islam mencapai 23,4 %. Tahun yang sama, terdapat 21 % pelajar menilai Pancasila tidak lagi relevan. Apalagi, hampir mayoritas pelajar menggunakan internet atau media sosial. Media sosial seperti Facebook, Instagram, dan Twitter memiliki algoritma yang dengan sengaja mengkategorisasi preferensi dan mengulanginya berulang-ulang. Potensi terpapar pun jadi lebih mudah jika tidak ada sikap selektif-kritis,” ujar Gunhar yang menjabat sebagai anggota Komisi VII DPR RI yang membidangi bidang Energi, Riset dan Teknologi.

Oleh karena itu, Gunhar menyatakan, pemerintah harus memberikan rasa aman bagi 264 juta penduduk Indonesia. Berbagai virus radikalisme dan intoleransi yang mengganggu dasar negara Pancasila harus diberantas.

Gunhar pun menganjurkan dan mengajak para masyarakat terutama kaum muda untuk menjaga ideologi Pancasila. Bentuk penjagaan tersebut dapat dilakukan dengan menggiatkan literasi Pancasila, mencintai budaya dengan membentuk UMKM berbasis kearifan lokal, berorganisasi untuk latihan dialektika dan kepemimpinan, serta terlibat dalam gerakan sosial.

“Maka dari itu, kepada seluruh masyarakat Sumatera Selatan, khususnya Ogan Ilir, saya punya harapan besar untuk mewujudkan Pancasila dalam sektor teknologi pertanian dan peternakan. Karena saya tahu desa-desa di Ogan Ilir ini memiliki kelebihan di sektor pertanian dan juga peternakan. Ogan Ilir sangat membutuhkan inovasi dan kreasi di bidang pertanian juga peternakan. Untuk itu khususnya, saya mengharapkan gagasan dan keterlibatan kaum muda di desa untuk mencari solusi pemanfaatan lahan rawa dan gambut yang membentang luas di daerah ini. Saya yakin pembangunan sektor pertanian dan juga peternakan merupakan kunci utama pengentasan kemiskinan di desa,” pungkasnya.

Turut hadir selaku narasumber dalam acara tersebut yakni Wahyudi, Wakil Ketua DPRD Kab Ogan Ilir dan M Rijal ST, Sekjen DPC PDIP kabupaten Ogan Ilir. (dhi)

Related posts

Leave a Reply