Aduan Terkait BLT Dana Desa di Lahat Tinggi

SUMSELNET. COM, LAHAT – Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, menjadi jenis laporan yang masuk ke pihak Inspektorat Kabupaten Lahat dengan kategori tinggi. Dimana diduga masyarakat belum ada puas terhadap penyaluran bantuan tersebut. Baik merasa tidak tepat sasaran maupun masih ada warga yang merasa butuh namun tidak mendapat bantuan.

Inspektur Inspektorat Kabupaten Lahat Yunisa Rahman menjelaskan bahwa secara umum untuk aduan yang masuk ke Inspektorat sebanyak 30 aduan, pelimpahan dari pihak kepolisian maupun kejaksaan untuk diperiksa dulu dari pihak inspektorat. Lalu ada 19 aduan dari LSM maupun masyarakat desa.

Read More

“Mayoritas aduan yang masuk terkait penyaluran BLT dana desa. Memang terkait BLT aduannya cukup tinggi dibanding kasus lain,” ungkapnya kemarin, Jumat, 25/09/2020.

Sementara alasan aduan terkait BLT Dana Desa itu diduga karena ketidakpuasan masyarakat atau juga kurang pahamnya syarat penerima BLT DD. Maupun kurang maksimalnya relawan covid-19 di desa dalam melakukan pendataan atau kurangnya kepala desa mengajak relawan covid-19 untuk mendata penerima. “Laporan yang masuk ditelaah, bila laporan itu tidak sesuai dan penyaluran BLT DD sudah sesuai langsung kita informasikan ke masyarakat,” ujarnya.

Sementara jenis aduan lain, juga ada terkait pembangunan fisik desa. Lalu ada juga pemalsuan dokumen dan tidak terlaksananya tahapan proses pencairan dana desa seperti pelaksanaan Musdes.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMDes) Kabupaten Lahat Ekman Mulyadi SSos melalui Kabid Pengelolaan Keuangan dan Aset Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Lahat, Yanuar Ardiansyah S.E,. M.AP merinci, dari total 360 desa, di antaranya sebagian sudah rampung menyalurkan BLT DD dari penyaluran bulan pertama hingga bulan ke enam. Sisanya masih dalam proses setelah penyaluran tahap sebelumnya. 

“Ada yang sudah menyalurkan BLT dari tahap 1 hingga ke 6, dan ada juga yang baru menyampaikan penyaluran BLT DD pada tahap 4, 5 atau 6, lantaran karena APBDes dari desa sebelumnya mengalami keterlambatan,” ujarnya.

Meski demikian, pihaknya menargetkan semua desa sudah rampung menyalurkan BLT DD sebelum akhir tahun 2020 ini. (ar)

Related posts

Leave a Reply